KARAWANG | BENANG MERAH.MY.ID , Kado Terakhir Sang Kepala Desa: Riuh Pesta Rakyat dan Empati Kemanusiaan di Milangkara ke-43 Desa Wadas
Gelak tawa warga bergemuruh di Kampung Budaya Desa Wadas, Sabtu (5/9/2026), mengiringi langkah ribuan pasang kaki yang tumpah ruah merayakan milangkara ke-43 desa Wadas
Di usianya yang matang sejak dimekarkan pada 29 Agustus 1983, perayaan tahun ini bertransformasi menjadi panggung emosional yang memadukan pesta kerakyatan dan refleksi kepemimpinan.
Rangkaian acara dibuka dengan senam bersama dan gerak jalan santai melintasi 12 RW. Suasana kian meriah saat, pengundian door prize utama dilangsungkan, menghadirkan 6 unit sepeda gunung, 2 kulkas, 2 televisi, dan 2 mesin cuci bagi warga yang beruntung.
Di tengah gelimang hadiah, denyut solidaritas nasional turut berdetak melalui penggalangan donasi bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga membuktikan bahwa perayaan lokal berjalan seiring dengan kepekaan sosial terhadap sesama anak bangsa.
Bagi Kepala Desa Wadas, Jujun, momentum ini menjadi titik akhir masa pengabdiannya yang sarat makna. Ia memanfaatkan panggung tersebut
untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menitipkan pesan suksesi kepemimpinan.
"Karena ini momentum akhir saya menjabat, saya meminta maaf kepada warga atas kesalahan dan kekurangan saya. Saya berharap pemimpin Desa Wadas yang terpilih kelak harus jauh lebih baik dari masa kepemimpinan saya," ujar Jujun hangat.
Menutup masa baktinya, ia berpesan agar tradisi perayaan hari jadi setiap akhir Agustus terus dilestarikan sebagai simpul kebersamaan abadi warga Desa Wadas.
Redaksi
0 Komentar