Program yang digagas sebagai bentuk kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat ini tidak hanya menjadi forum menyerap aspirasi, tetapi juga menghadirkan berbagai pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan servis kendaraan, hingga bazar UMKM dan pertunjukan seni budaya lokal yang menjadi daya tarik tersendiri.
Pelaksanaan "Dewan Menyapa" di Desa Lemahmulya menjadi salah satu kegiatan dengan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Ribuan warga tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi sekaligus menikmati rangkaian hiburan budaya yang disuguhkan.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari agenda yang telah dirancang sejak akhir tahun lalu dan terus berlanjut secara bertahap di berbagai wilayah daerah pemilihannya.
"Kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak Desember tahun lalu, kemudian berlanjut pada bulan Maret dan Juni. Hari ini merupakan pelaksanaan kedua dari rangkaian program Dewan Menyapa yang kami jalankan. Seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat turun langsung ke daerah pemilihannya masing-masing dengan konsep yang disesuaikan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, setiap legislator memiliki pendekatan yang berbeda dalam menjalankan program tersebut. Namun dirinya memilih menghadirkan pelayanan publik secara langsung agar keberadaan wakil rakyat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep tersebut telah berhasil diterapkan pada pelaksanaan sebelumnya di Kelurahan Karawang Kulon dan Kelurahan Adiarsa. Berbagai pelayanan yang diberikan mendapatkan respons positif sehingga masyarakat Desa Lemahmulya pun mengusulkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di wilayah mereka.
Pada kegiatan kali ini, pelayanan administrasi kependudukan menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat. Tercatat hampir 800 warga memanfaatkan pelayanan pembuatan maupun pembaruan KTP elektronik.
Selain itu, masyarakat juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi medis, hingga berbagai pelayanan lainnya yang memudahkan warga tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.
Tak hanya itu, panitia juga menggandeng sejumlah perusahaan swasta sebagai bentuk kolaborasi pelayanan kepada masyarakat. Produsen sepeda motor Yamaha dan Honda turut berpartisipasi dengan menghadirkan layanan servis motor gratis yang dimanfaatkan ratusan warga.
"Alhamdulillah, kegiatan di Desa Lemahmulya ini menjadi yang paling meriah. Antusiasme masyarakat luar biasa. Pelayanan KTP hampir mencapai 800 pemohon. Selain layanan kesehatan, kami juga menghadirkan servis motor gratis bekerja sama dengan Yamaha dan Honda agar masyarakat semakin merasakan manfaat kegiatan ini," ungkapnya.
Budaya Lokal Menjadi Identitas Kegiatan
Tidak hanya berfokus pada pelayanan publik, penyelenggaraan "Dewan Menyapa" juga menjadi ruang bagi pelestarian budaya daerah. Berbagai pertunjukan seni tradisional ditampilkan sepanjang kegiatan sebagai bentuk implementasi Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan yang telah disahkan DPRD Provinsi Jawa Barat.
Panggung budaya menghadirkan penampilan Tari Jaipong yang memukau para pengunjung, disusul pertunjukan Wayang Golek yang berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua.
Yang menjadi kebanggaan tersendiri, seluruh pelaku seni Wayang Golek yang tampil merupakan putra-putri asli Desa Lemahmulya.
"Melalui pendekatan budaya ini kami ingin menunjukkan bahwa potensi budaya lokal harus terus dijaga dan dikembangkan. Ternyata Desa Lemahmulya memiliki banyak seniman berbakat. Dalang dan seluruh kru Wayang Golek yang tampil hari ini berasal dari desa ini sendiri. Ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa budaya lokal masih hidup di tengah masyarakat," katanya.
Ia menilai, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung sehingga generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya.
UMKM Ikut Bergerak, Ekonomi Desa Semakin Hidup
Suasana kegiatan semakin semarak dengan hadirnya puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka stan produk unggulan mereka.
Berbagai produk makanan khas, minuman, kerajinan tangan, hingga hasil olahan masyarakat lokal dipamerkan dan mendapat sambutan positif dari para pengunjung.
Keberadaan UMKM dalam kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Karawang yang terus mendorong promosi produk-produk lokal agar semakin dikenal luas.
Selain meningkatkan omzet para pelaku usaha, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk desa yang memiliki potensi untuk berkembang ke pasar yang lebih besar.
Wujud Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Kesuksesan penyelenggaraan "Dewan Menyapa" di Desa Lemahmulya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Lemahmulya, Pemerintah Kabupaten Karawang, instansi pelayanan publik, tenaga kesehatan, komunitas seni, pelaku UMKM hingga para sponsor yang turut berpartisipasi.
Di penghujung kegiatan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga acara dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Lemahmulya, seluruh panitia, Pemerintah Kabupaten Karawang, termasuk Bapak Bupati atas dukungan yang telah diberikan. Semoga kebersamaan dan silaturahmi ini terus terjalin dengan baik."
Ia berharap program "Dewan Menyapa Berbasis Warga" dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai desa di Kabupaten Karawang maupun daerah lainnya di Jawa Barat.
Menurutnya, apabila kondisi anggaran memungkinkan, kegiatan serupa akan kembali digelar dengan konsep yang lebih lengkap, menggabungkan pelayanan publik, pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, serta ruang dialog terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat.
"Harapan kami, program ini bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, menghidupkan budaya daerah, serta menggerakkan ekonomi kerakyatan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat," pungkasnya.
Redaksi

0 Komentar