Asap PT. Pindo Deli II Berulah lagi, masyarakat sekitar pabrik Pindo Deli Sesak napas

KARAWANG | BENANGMERAH.MY.ID — Dugaan paparan asap menyengat yang kembali terjadi di sekitar kawasan industri PT Pindo Deli II, Kamis (29/10/2026), memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Sejumlah warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah lingkungan permukiman mereka diselimuti asap tebal disertai bau menyengat.

Keluhan yang muncul bukan persoalan sepele. Warga mengaku mengalami sesak napas, dada terasa berat, mual hingga sakit tenggorokan. Bahkan, asap yang diduga berasal dari aktivitas industri tersebut dilaporkan masuk ke dalam rumah warga.

Peristiwa ini kembali menempatkan persoalan kualitas udara dan keselamatan kesehatan masyarakat di sekitar kawasan industri sebagai perhatian serius.

ASAP MASUK RUMAH, WARGA MENGELUHKAN GANGGUAN PERNAPASAN

Salah seorang warga terdampak, Eti (46), menceritakan kondisi yang dialaminya ketika asap tebal menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya pada Kamis pagi.
Ia mengaku merasakan sesak di bagian dada, mual, dan sakit tenggorokan setelah mencium bau menyengat yang terbawa asap.

" Tadi pagi, asapnya tebal banget, sesak ke dada, mual dan sakit tenggorokan. Asapnya sampai masuk ke rumah," ungkap Eti.

Menurutnya, bukan hanya dirinya yang mengalami keluhan tersebut. Anggota keluarganya yang berada di dalam rumah juga merasakan gejala serupa.

Kondisi ini menimbulkan keresahan karena masyarakat seharusnya dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui kekhawatiran terhadap udara yang mereka hirup di lingkungan tempat tinggal sendiri.

LIMA KLINIK DAN DUA RUMAH SAKIT MENANGANI WARGA

Kepala Desa Kutamekar, Karna Lukmana, yang akrab disapa Lurah Kantul, membenarkan adanya sejumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan.

Menurutnya, warga terdampak berasal dari Dusun Cigempol dan Dusun Mekarmukti.
Pemerintah desa telah melakukan pemantauan dan membantu memastikan warga yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis.

"Warga yang terdampak sudah dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Ada di lima klinik dan dua rumah sakit, termasuk Klinik Intan Barokah dan Rosela," jelas Karna.

Ia menambahkan, pendataan masih terus diperlukan untuk memastikan jumlah warga terdampak serta perkembangan kondisi kesehatan masing-masing.

Pemerintah desa berharap seluruh warga segera pulih dan penyebab kejadian dapat diketahui melalui pemeriksaan lebih lanjut.

BUKAN SEKADAR KELUHAN, PENYEBAB ASAP HARUS DIUNGKAP

Peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan penting yang membutuhkan jawaban terbuka

Apakah asap tersebut berkaitan dengan aktivitas operasional PT Pindo Deli II? Apa kandungan zat yang terhirup warga? Apakah terdapat parameter emisi yang melampaui baku mutu lingkungan? Dan bagaimana sistem pengawasan terhadap kualitas udara di sekitar permukiman masyarakat?

Pertanyaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai keluhan warga semata.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu melakukan pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel udara, serta pengujian laboratorium untuk mengetahui kandungan zat yang diduga terpapar kepada masyarakat.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, hasil pemeriksaan harus ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.

Pemeriksaan juga perlu melibatkan instansi kesehatan untuk memastikan kondisi medis warga dan kemungkinan hubungan antara keluhan kesehatan dengan paparan asap yang terjadi.

Di sisi lain, pihak manajemen PT Pindo Deli II perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai kejadian tersebut, termasuk sumber asap, kondisi instalasi pengendalian emisi, serta langkah penanganan yang dilakukan perusahaan.

KESELAMATAN WARGA HARUS MENJADI PRIORITAS

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keberadaan kawasan industri harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri memiliki hak untuk mendapatkan udara bersih dan lingkungan yang aman.
Jangan sampai warga terus-menerus berada dalam posisi khawatir setiap kali muncul asap tebal dan bau menyengat di sekitar permukiman mereka.

Kini yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, melainkan pemeriksaan objektif, keterbukaan hasil pengujian kualitas udara, serta langkah nyata untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebab, persoalan ini bukan hanya menyangkut aktivitas industri, tetapi juga menyangkut hak masyarakat untuk hidup sehat dan mendapatkan perlindungan dari potensi pencemaran lingkungan.

Catatan Redaksi: Hingga berita ini disusun, penyebab pasti munculnya asap dan kandungan zat di dalamnya belum diketahui. Dugaan keterkaitan dengan aktivitas PT Pindo Deli II masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium. Konfirmasi dari pihak perusahaan dan instansi terkait perlu dimuat sebagai bagian dari keberimbangan pemberitaan.

Saran penguatan investigasi: Langkah berikutnya adalah memperoleh hasil uji laboratorium kualitas udara, data jumlah warga yang mendapatkan perawatan, serta klarifikasi resmi manajemen PT Pindo Deli II dan DLH Karawang. Data tersebut akan membuat pemberitaan ini lebih kuat secara jurnalistik dan tidak berhenti pada dugaan.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar